Spesifikasi dan Proses Produksi Self Compacting Concrete (SCC)

SCC (Self Compacting Concrete) atau juga dikenal sebagai Self Consolidating Concrete merupakan beton segar dengan karakter mempunyai nilai Slump yang tinggi (flowable) tanpa mengalami segregasi dan tidak memerlukan pemadatan mekanik selama proses pengecoran.
Karakteristik slump yang tinggi (flowable) tersebut menjadi penentu sifat beton SCC dapat menyebar memenuhi bekisting dan menutup pembesian secara gravitasi tanpa memerlukan pemadatan.

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN SCC (Self Compacting Concrete)
1. Penggunaan Beton SCC dalam proses pengecoran mempunyai kelebihan secara teknis meliputi :
  • Beton segar lebih homogen
  • Tidak memerlukan pemadatan manual karena karakteristik fisik beton yang flowable
  • Kuat tekan beton bisa untuk mutu sangat tinggi
  • Porositas yang lebih kecil sehingga beton lebih kedap
  • Susut lebih rendah
  • Tampilan permukaan beton lebih baik karena ukuran agregat yang lebih kecil sehingga
     nilai estetis bangunan meningkat
2. Penggunaan Beton SCC dalam proses pengecoran suatu struktur bangunan dapat memberikan manfaat antara lain :
  • Mempercepat waktu pengecoran
  • Mempersingkat waktu pekerjaan konstruksi
  • Mengurangi cost terutama cost untuk pekerja pengecoran


Tahapan Pelaksanaan Pembangunan Jembatan

Tahapan dalam pembangunan jembatan terdiri dari antara lain
1. Pekerjaan struktur jembatan yang terdiri dari :
  • Penyediaan balok girder jembatan.
  • Galian Struktur Abutment jembatan
  • Pembuatan pondasi jembatan (Tiang Pancang, Bored Pile, Sumuran dll.)
  • Pembuatan abutmen jembatan
  • Pemsangan balok girder dilakukan diatas abutment dan pilar dengan terlebih dahulu dipasang elastomeric bearing.
  • Dilanjutkan dengan pemasangan diafragma tepi dan diafragma tengah diantara balok-balok girder yang sudah terpasang.
  • Pemasangan Plat deck yang berfungsi subagai begisting (bawah) lantai jembatan.
  • Pemasangan besi tulangan untuk lantai jembatan dan juga pemasangan pipa drainasi jembatan serta pemasangan pipa utilitas.
  • Pengecoran Lantai jembatan menggunakan beton K 350.
  • Pembuatan plat injak jembatan, plat injak jembatan dibuat dengan terlebih dahulu dipasang lantai kerja menggunakan beton K 125 dibawahnya.

Pekerjaan Jalan Makadam

Penghamparan dan pemadatan agregat pokok dengan menggunakan truk penebar agregat yang dijalankan dengan kecepatan sedemikian sehingga kuantitas agregat adalah seperti yang disyaratkan dan diperoleh permukaan yang rata. Pemadatan awal harus menggunakan alat pemadat 6-8 ton yang bergerak dengan kecepatan kurang dari 3 km/jam. Pemadatan dilakukan dalam arah memanjang, dimulai dari tepi luar hamparan dan dijalankan menuju ke sumbu jalan. Lintasan penggilasan harus tumpang tindih (overlap) paling sedikit setengah lebar alat pemadat. Pemadatan harus dilakukan sampai memperoleh permukaan yang rata dan stabil (minimum 6 lintasan). Selanjutnya dilakukan penyemperotan aspal (lapis perekat), penyemperotan menggakan Asphalt Sprayer.

Pemasangan Pagar Pengaman Jalan (GUARD RAIL)

Pagar Pengaman Jalan (Guardrail) merupakan bagian perlengkapan jalan yang penting, dipasang dengan maksud untuk memperingatkan pengemudi akan adanya bahaya (jurang) dan melindungi pemakai jalan agar tidak terperosok. Jika terjadi kecelakaan, dapat mencegah kendaraan keluar dari badan jalan. Umumnya dipasang pada bagian – bagian jalan menikung, baik terdapat jurang atau tidak. Dapat juga dipasang pada jalan – jalan lurus dimana disisi jalan terdapat jurang ataupun sisi jalan yang terdapat perbedaan ketinggian dengan badan jalan yang dapat membahayakan pemakai jalan.

A. MOBILISASI.
Mobilisasi personil, peralatan, material dan tenaga kerja. Untuk Peralatan, material dan tenaga kerja didatangkan sesuai dengan schedule dan kebutuhan yang telah disusun sebelumnya, ini dimaksud agar tidak terjadi penumpukan stock (terutama material)


Prosedur Operasional Standar Pekerjaan Pemasangan Gelagar Jembatan Beton Pratekan Pracetak Tipe I

Jembatan yang dalam aspek keselamatan termasuk bahaya tinggi, maka untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan tetap memenuhi persyaratan Spesifikasi Teknis serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) bersama ini disampaikan Prosedur Pelaksanaan Pemasangan Gelagar Beton Pratekan Pracetak Tipe I (Interim).

Prosedur ini dimaksudkan untuk menjabarkan prosedur pelaksanaan pemasangan gelagar beton pratekan pracetak tipe I dengan tujuan sebagai acuan pelaksanaan agar pekerjaan konstruksi dapat memenuhi aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K-3).

Pekerjaan Beton Bertulang untuk Bangunan Rumah

Beton yang digunakan mutu f’c = 16,9 MPa (K 200) untuk beton struktur terdiri dari campuran semen, air, dan Agregat ( Pasir dan kerikil beton). Setelah beton mengeras, maka harus diperoleh suatu material yang rapat, padat dan awet yang akan mempunyai beton karakteristik sesuai spesifikasi.
Kode dan Standar
- PUBI 1970/NI-3 & ASTM untuk air beton
- PBI 71 NI-2; PUBI 1970/NI-3 & ASTM untuk agregat beton
- SII 1984 & ASTM C150 untuk bahan semen
- SII 1984; BS 4449 atau BS 4461 untuk baja tulangan
- PBI 71; BS 8100 & ASTM untuk Campuran Beton
- SK SNI T-15-1991-03

Pekerjaan Pembuatan Dinding Tembok Bata Merah

Pekerjaan ini meliputi kelengkapan tenaga kerja, bahan material, perlengkapan dan penyelenggaraan yang berkaitan dengan pekerjaan pasangan dan plesteran.

1. Pasangan Bata Merah ½ Bata  
Semua pasangan Bata Merah harus dikerjakan dengan beraben yang baik, dan menggunakan perekat campuran 1ps : 3kp : 10 ps untuk pasangan dinding atau sesuai komposisi yang disyaratkan.
Bata Merah yang digunakan harus berkualitas baik dan bata yang sudah pecah / retak tidak boleh digunakan.
Bata Merah sebelum dipasang harus direndam atau disiramair sampai buihnya habis. Dan pasangan dinding harus secara kontinyu dibasahi dengan air.
Bila ada pembuatan steiger werk / perancah tidak boleh menembus tembok / dinding.