Pemasangan Pagar Pengaman Jalan (GUARD RAIL)

Pagar Pengaman Jalan (Guardrail) merupakan bagian perlengkapan jalan yang penting, dipasang dengan maksud untuk memperingatkan pengemudi akan adanya bahaya (jurang) dan melindungi pemakai jalan agar tidak terperosok. Jika terjadi kecelakaan, dapat mencegah kendaraan keluar dari badan jalan. Umumnya dipasang pada bagian – bagian jalan menikung, baik terdapat jurang atau tidak. Dapat juga dipasang pada jalan – jalan lurus dimana disisi jalan terdapat jurang ataupun sisi jalan yang terdapat perbedaan ketinggian dengan badan jalan yang dapat membahayakan pemakai jalan.

A. MOBILISASI.
Mobilisasi personil, peralatan, material dan tenaga kerja. Untuk Peralatan, material dan tenaga kerja didatangkan sesuai dengan schedule dan kebutuhan yang telah disusun sebelumnya, ini dimaksud agar tidak terjadi penumpukan stock (terutama material)


Prosedur Operasional Standar Pekerjaan Pemasangan Gelagar Jembatan Beton Pratekan Pracetak Tipe I

Jembatan yang dalam aspek keselamatan termasuk bahaya tinggi, maka untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan tetap memenuhi persyaratan Spesifikasi Teknis serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) bersama ini disampaikan Prosedur Pelaksanaan Pemasangan Gelagar Beton Pratekan Pracetak Tipe I (Interim).

Prosedur ini dimaksudkan untuk menjabarkan prosedur pelaksanaan pemasangan gelagar beton pratekan pracetak tipe I dengan tujuan sebagai acuan pelaksanaan agar pekerjaan konstruksi dapat memenuhi aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K-3).


Pekerjaan Beton Bertulang untuk Bangunan Rumah

Beton yang digunakan mutu f’c = 16,9 MPa (K 200) untuk beton struktur terdiri dari campuran semen, air, dan Agregat ( Pasir dan kerikil beton). Setelah beton mengeras, maka harus diperoleh suatu material yang rapat, padat dan awet yang akan mempunyai beton karakteristik sesuai spesifikasi.
Kode dan Standar
- PUBI 1970/NI-3 & ASTM untuk air beton
- PBI 71 NI-2; PUBI 1970/NI-3 & ASTM untuk agregat beton
- SII 1984 & ASTM C150 untuk bahan semen
- SII 1984; BS 4449 atau BS 4461 untuk baja tulangan
- PBI 71; BS 8100 & ASTM untuk Campuran Beton
- SK SNI T-15-1991-03

Pekerjaan Pembuatan Dinding Tembok Bata Merah

Pekerjaan ini meliputi kelengkapan tenaga kerja, bahan material, perlengkapan dan penyelenggaraan yang berkaitan dengan pekerjaan pasangan dan plesteran.

1. Pasangan Bata Merah ½ Bata  
Semua pasangan Bata Merah harus dikerjakan dengan beraben yang baik, dan menggunakan perekat campuran 1ps : 3kp : 10 ps untuk pasangan dinding atau sesuai komposisi yang disyaratkan.
Bata Merah yang digunakan harus berkualitas baik dan bata yang sudah pecah / retak tidak boleh digunakan.
Bata Merah sebelum dipasang harus direndam atau disiramair sampai buihnya habis. Dan pasangan dinding harus secara kontinyu dibasahi dengan air.
Bila ada pembuatan steiger werk / perancah tidak boleh menembus tembok / dinding.

Buruh Bangunan Selayang Pandang

Diluar hiruk – pikuk demontrasi buruh setiap tanggal 1 Mei yang diperingati sebagai Hari Buruh Internasional, ternyata masih ada juga buruh yang umumnya tidak pernah terganggu dengan segala demo yang ada. Dialah buruh bangunan atau pekerja bangunan, mereka inilah sebenarnya sang katalisator pembangunan sejati.

Tanpa adanya buruh bangunan, tidak akan ada bangunan gedung-gedung yang bisa berdiri. Tanpa buruh bangunan, jembatan-jembatan tidak mungkin terbangun dan jalan-jalan menjadi terhubung. Tanpa ada buruh bangunan segala pelabuhan, terminal dan bahkan bandara besar tidak akan bisa terwujud. Tanpa adanya buruh bangunan, jalan – jalan yang tiap hari kita lewati tidak akan nampak mulus serta terpelihara. Walaupun sepintar apapun yang namanya Arsitek, sehebat apapun perencanaan, sehebat apapun Insinyur Sipil yang menghitung dan merancang bangunan. Kalau tidak ada mereka (buruh bangunan) semuanya hanya omong kosong. Lebih baik hanya memiliki 1 insiyur tetapi memiliki 1000 buruh yang pandai daripada memiliki 1000 insinyur dan hanya 1 buruh.

Para buruh bangunan, merekalah yang sebenar–benarnya berjuang membangun negeri ini. Dari kota-kota besar sampai ke pelosok daerah semua ada. Tanpa banyak bicara, tanpa banyak menuntut ini itu kepada pemerintah, tanpa heboh demo dimana – mana, tanpa cengeng meratapi nasibnya. Mereka tetap bekerja siang malam sesuai dengan kompetensi yang mereka punya. Jarang mengeluh, bekerja, bekerja dan bekerja. Karena bagi mereka waktu adalah uang, tidak bekerja jelas tidak dibayar.

Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Bored Pile (Pondasi Tiang Bor Beton)

Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan meliputi, persiapan lahan untuk merakit dan mendirikan mesin bor pada titik yang akan di bor, Pembuatan sumur air bila di dekat lokasi tersebut tidak terdapat air (untuk pengeboran dengan sistem wash boring), Pengadaan bak sirkulasi (untuk pengeboran dengan sistem wash boring), Pengadaan material dan perakitan baja tulangan.

Pelaksanaan Pengeboran
Pengeboran dengan sistem dry drilling, tanah dibor dengan menggunakan mata bor spiral dan diangkat setiap interval kedalaman 0,5 meter. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai kedalaman yang ditentukan.

Pengeboran dengan sistem wash boring, tanah dikikis dengan menggunakan mata bor cross bit yang mempunyai kecepatan putar 375 rpm dan tekanan +/- 200 kg. Pengikisan tanah dibantu dengan tiupan air lewat lubang stang bor yang dihasilkan pompa sentrifugal 3″. Hal ini menyebabkan tanah yang terkikis terdorong keluar dari lubang bor.

Setelah mencapai kedalaman rencana, pengeboran dihentikan, sementara mata bor dibiarkan berputar tetapi beban penekanan dihentikan dan air sirkulasi tetap berlangsung terus sampai cutting atau serpihan tanah betul-betul terangkat seluruhnya. Selama pembersihan ini berlangsung, baja tulangan dan pipa tremi sudah disiapkan di dekat lubang bor.
Setelah cukup bersih, stang bor diangkat dari lubang bor. Dengan bersihnya lubang bor diharapkan hasil pengecoran akan baik hasilnya.

RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK

1. PENDAHULUAN

Perusahaan jasa kontruksi memiliki potensi bahaya tinggi, seperti penggunaan alat berat, mesin gerinda, las, bekerja diketinggian, suhu yang ekstrim, melakukan penggalian dan lain-lain.
Dengan adanya hal tersebut maka dipergunakan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang penerapannya meliputi Kantor, Projeck Site serta area pendukung lainnya yang merupakan kebijakan pihak perusahaan.
Tersedianya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja datau Occupational Health and Safety Manajement System (SMK3/OHSMS) dimana system ini diperlukan untuk menurunkan insiden dan penyakit akibat kerja sehingga tercipta tempat kerja yang aman dan sehat.
Untuk memberikan kepuasan pelanggan dan perlindungan kepada karyawan dan keselamatan dan kesehatan kerja serta menjaga kelestarian lingkungan hidup dan dalam rangka pemenuhan OHSAS 18001:2007 butir 4:4.6 maka diperlukan suatu Rencana Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Proyek.